Home » IT Telkom » Lamaran
       

Lamaran

Nikah tahun ini, adalah suatu hal yang masih susah dibayangkan pada tahun kemarin. Dengan proses yang cukup singkat dan persiapan yang cukup mepet, alhamdulillah semua keribetan persiapan pernikahan yang dibayangkan itu ternyata benar. Iya, nikah itu ribet. Apalagi bagi kami yang sesama perantau, berasal dari daerah yang jauh dan suku yang berbeda yaitu Solo dan Garut.

Foto Bareng

Foto Bareng

Prosesi lamaran (mungkin lebih tepatnya disebut “tembungan”;) yang dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2015 adalah kali pertama pertemuan antara keluarga saya dan keluarga istri, iya itu pertama kali bapak dan ibu ketemu calon besan. Jauh dari ribetnya proses lamaran yang selama ini saya dengar dari teman, pertemuan kala itu hanya mempertemukan keluarga untuk menyampaikan niat baik. Tak pakai cincin kawin atau seserahan yang berderet, hanya sedikit oleh-oleh berupa makanan khas dari Solo. Yang bikin ribet justru karena hari itu bertepatan dengan libur panjang Natal, kami melewati jalur pantai selatan yang kecil dan padat itu. Perjalanan yang panjang dan memakan waktu, ya sambil sesekali ngajak bapak ibu merasakan macetnya jalanan.

Keluarga Solo

Keluarga Solo

Kala itu rombongan saya hanya 7 orang dengan menggunakan 1 mobil yang disopiri oleh 2 om saya secara bergantian. Sambutan yang diberikan cukup “wah” dengan berbagai jenis makanan yang beragam (eh), serta dengan dihadiri hampir seluruh keluarga besar calon istri. Acara dimulai dengan sambutan calon mertua dan dilanjutkan oleh bapak yang mengungkapkan maksud kedatangannya ke Garut. Tidak formal dan lebih seperti kunjungan keluarga. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah agar dapat kenal satu dengan yang lain. Selanjutnya keluarga inti berkumpul, untuk membahas hal-hal pokok mengenai pernikahan. Setelah berhitung dan membolak-balik kalender (ngitungin  jumlah liburan), akhirnya kedua keluarga sepakat menentukan tanggal pernikahan, 7 Mei 2016 dan acara ngunduh mantu 1 minggu sesudahnya. Wow, hanya 4 bulan harus mempersiapkan 2 acara.

Keluarga Garut

Keluarga Garut

Acara lamaran berlangsung kurang lebih 4 jam, cukup singkat apabila dibandingkan perjalanan menuju kesana yang memerlukan waktu 12 jam. Kami harus pamit karena ada beberapa agenda yang harus dijalankan esok hari dan dengan pertimbangan padatnya jalan. Mobil yang waktu berangkat penuh dengan bawaan oleh-oleh, ketika pulang justru bertambah sesak karena dibawakan oleh-oleh yang lebih banyak (alhamdulillah, bebas kelaparan selama perjalanan). Benar saja, perjalanan pulang lebih padat daripada waktu berangkat. Mobil berjalan cukup pelan dan terkena macet di beberapa lokasi sehingga membutuhkan waktu kurang lebih 15 jam.

Persiapan Pernikahan (Posting Selanjutnya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco