Home » ilmu » Green Computing
       

Green Computing

Sekarang banyak sekali masalah yang dihadapi oleh planet bumi yang kita tinggali ini. Banyak polusi yang tak terkendali, sehingga menimbulkan efek global warming. Sekitar 37% penggunaan energi di bumi ini masih mengandalkan minyak bumi, penggunaan batu bara berada di posisi kedua dan disusul oleh gas. Minyak bumi dan batu bara menimbulkan polusi yang sangat besar. Selain itu, bahan-bahan tersebut merupakan bahan tambang yang tidak dapat diperbarui. Sehingga semakin lama akan semakin langka.
Polusi yang berlebihan dapat menimbulkan efek kaca pada bumi. Sehingga timbullah efek pemanasan global. Akibat dari pemanasan global sendiri sangat banyak. Mencairnya es di kutub dapat meningkatkan ketinggian permukaan air laut di seluruh penjuru bumi. Flora dan fauna di wilayah kutub juga terancam kehilangan habitatnya. Saat ini seolah-olah bumi sudah tidak stabil lagi. Banyak bencana alam yang terjadi, mulai dari banjir, angin ribut, juga gempa bumi yang dapat menimbulkan tsunami.
Untuk mengurangi polusi yang timbul, diperlukan kesadaran dari setiap insan akan pentingnya kesehatan bumi ini. Hal yang paling sederhana adalah penghematan energi yang kita gunakan sehari-hari. Mulai dari energi listrik, BBM, maupun mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan.
Di era teknologi seperti saat ini, juga diperlukan teknologi yang menyayangi bumi. Hal tersebut biasa dikenal dengan istilah green computing. Green computing merupakan perilaku penggunaan sumber daya komputasi secara efisien dengan cara memaksimalkan efisiensi energi. Sehingga teknologi akan dapat terus berkembang dengan konsumsi energi yang minim.
Dalam bisnis teknologi juga harus memenuhi tiga aspek yang dikenal dengan triple bottom lines yaitu people, planet dan profit. Teknologi yang dibangun harus dapat digunakan secara maksimal oleh user(people) sehingga tidak sia-sia. Selain itu teknologi juga tidak boleh merusak bumi, baik secara langsung maupun tidak. Dan yang paling penting adalah aspek utama bisnis, teknologi tersebut dapat memberikan profit kepada penciptanya.
Teknologi yang ramah lingkungan dipelopori oleh EPA dengan program “Energy Star” pada tahun 1992. Program tersebut memberikan lisensi kepada perangkat elektronik bahwa alat elektronik tersebut ramah lingkungan, baik dari segi energi, maupun bahan yang menyusunnya.
Di lingkungan komputer, ada suatu aliansi yang dinamakan The Green Grid yang beranggotakan AMD, Intel, APC, Dell, HP, IBM, Microsoft, Rackable System, SprayCool, Sun Microsystem dan VMWare. IBM sendiri mempunyai suatu program yang bernama Big Green. IBM menyisihkan sebagian dolarnya untuk penelitian demi produk yang ramah lingkungan untuk semua produknya.
Di dalama data center ada beberapa permasalahan. Konsumsi listrik yang super besar dibutuhkan untuk menjaga kestabilan server. Selain itu, penggunaan daya yang besar tersebut juga menimbulkan panas. Sehingga dibutuhkan pendingin yang harus selalu menyala dan membutuhkan energi yang cukup besar juga. Banyaknya server juga dapat mengurangi lahan di muka bumi ini. Untuk itu dibutuhkan terobosan-terobosan yang dapat membantu masalah-masalah tersebut. Teknologi server yang dibuat saat ini haruslah hemat energi. Produsen processor saat ini juga sudah mengembangkan teknologi down-clock, yaitu menurunkan kecepatan prosesor dan juga konsumsi dayanya apabila processor tidak diperlukan untuk bekerja dengan sepenuh tenaga. Teknologi tersebut diantaranya CoolNow dari AMD, SpeedStep oleh Intel, dan Cooltreath oleh SUN. Dengan menurunnya clock, maka akan didapatkan penurunan ganda, yaitu menurunnya suhu, sehingga penggunaan pendingin juga dapat diminimalisir. Software yang dikembangkan saat ini menggunakan teknologi virtualisation yang hemat energi, ruang, kabel dan optimalisasi mesin. Dari segi fisik, terdapat treknologi Blade Server, yaitu optimasi rak server dengen memposisikan rak secara horizontal. Dari segi konsumsi tempat juga dapat dilakukan penggabungan server pada suatu tempat khusus.
Kebutuhan energi terbesar dipunyai oleh komputer jenis desktop. Dan konsumsi terbesar berasal dari penggunaan monitor. Untuk itu sekarang digunakan ACPI (Anvance Configuration and Power Interface) yang diklaim mampu menghemat konsumsi listrik sebesar 25%. Di perkantoran sudah dikembangkan teknologi Thin Client, yaitu pemusatan CPU, sehingga di meja kerja hanya butuh alat input dan output saja. Penggunaan LCD monitor pada desktop dan penggunaan laptop juga dapat mengurangi konsumsi energi.
Pengguna sendiri juga dapat turut serta mewujudkan teknologi ramah lingkungan melalui kebiasaan ataupun sifat. Penggunaan VOIP dan IM dapat menghemat energi, karena teknologi tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan lain. Di lingkungan perkantoran, PABX yang bersifat analog sudah mulai digantikan dengan IPBX yang berbasiskan IP. Pengurangan penggunaan kertas sangat bermanfaat untuk bumi karena akan mengurangi penggundulan hutan.

One Comment

  1. Comment by Tomi Utomo:

    Semoga bimu kita tetap Hijau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco