Home » Archive for category 'Asal Nulis'

Asal Nulis Archive

Suminten Edan – Paramabudaya 2015

Posted 28 April 2015 By ZUL

UKM Djawa Tjap Parabola Universitas Telkom kembali mengadakan pagelaran akbar tahunannya. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 25 April 2015 kali ini mengangkat lakon “Suminten Edan” atau biasa dikenal dengan “Warok Suramenggala”. Acara tersebut dapat terselenggara berkat kerjasama sekumpulan mahasiswa Universitas Telkom yang mempunyai keinginan kuat untuk menjunjung tinggi kebudayaan jawa dan dibantu dan dibina oleh Sanggar Ladrang Kusumo yang bermarkas di daerah Padasuka, Bandung.

Paramabudaya 2015 - Suminten Edan

Paramabudaya 2015 – Suminten Edan

Read the remainder of this entry »

2 Comments so far. Join the Conversation

Susahnya Bikin SKBN

Posted 6 February 2015 By ZUL

Sedikit menceritakan pengalaman di akhir tahun kemarin, kebetulan terselib iseng untuk membuat SKBN (Surat Keterangan Bebas Narkoba). Ya meskipun saat itu belum butuh, demi mengisi waktu luang (sok-sokan selo) menyempatkan untuk dateng ke BNN di daerah Cawang, Jakarta Timur. Sempet browsing-browsing buat nyari referensi, selain di BNN bisa juga di RS Polri Said Sukanto di Kramat Jati, bisa juga di RS Budhi Asih. Menurut referensi tersebut saya milih ke BNN, dengan alasan biaya paling murah, lokasi deket, dan lembaga tersebut jelas-jelas mengurusi urusan narkotika.

Oke, akhirnya sukses buat bangun (rada) pagian demi menghindari antrian. Sekitar jam 8.30 pagi sampailah ke BNN. Saat itu saya langsung menuju ke laboratorium untuk mendaftarkan diri. Disana pendaftaran dan pemeriksaan gratis, kita tinggal membeli alat test nya aja di Koperasi Karyawan yang terletak di basement. Alat testnya ga mahal, hanya sekitar 125 ribu. Setelah itu kita akan disuruh kencing ke wadah, inget..jangan penuh-penuh, kalo tumpah kan berabe :p. Read the remainder of this entry »

Be the first to comment

Aulade Gemintang – A Ba Ta Tsa

Posted 7 June 2013 By ZUL

Album anak-anak saat ini memang cukup memprihatinkan. Angkatan 80an sampai 90an pasti familiar dengan lagu-lagu ceria khas Trio Kwek-kwek, Agnes, Sherina, Affandi, Joshua dan masih banyak yang lain. Tahun 90an memang begitu menjamur penyanyi-penyanyi cilik dengan lagu ceria khas anak-anak , bukan lagu anak galau seperti yang beken sekarang ini.

Lagu Trio Kwek-kwek yang berjudul “Katanya” mengenalkan kita dengan berbagai penjuru dunia dan identitas dari masing-masing negara. Lagu Kampuang Nan Jauh Dimato yang dinyanyikan oleh Chiquita Meydi mengenalkan kita terhadap salah satu lagu daerah di Indonesia. Dan masih banyak lagi lagu-lagu lain yang dapat memberikan pembelajaran terhadap anak-anak melalui lagu. Berbeda dengan sekarang, dimana anak-anak lebih familiar dengan lagu dewasa yang berisikan kisah cinta. Ada juga sih penyanyi anak-anak, tapi konten lagunya saya anggap terlalu dewasa dan tidak mencerminkan keceriaan seorang anak.

Salah satu album favorit saya saat itu adalah album A Ba Ta Tsa yang dibawakan oleh Aulade Gemintang dan Neno Warisman.  Yang unik dari album tersebut adalah konsep dwi bahasa yang diusungnya dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Lagu tersebut mengajarkan banyak hal pada anak-anak, mengenalkan pelajaran mengaji, bersyukur dan juga mendorong anak-anak untuk belajar bahasa Inggris. Album tersebut juga mengikutkan buku yang berisi lirik dan gambar-gambar yang menarik untuk anak-anak, sehingga mempermudah untuk memahami apa makna lagu tersebut.  Untuk lagunya bisa di download disini

Neno Warisman dan Aulade Gemintang

A Ba Ta Tsa

Be the first to comment